HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU SEKS PRA-NIKAH REMAJA BALI

  • Anastasia Septya Titisari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali
  • Luh Kadek Ratih Swandewi Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Bali, Denpasar, Indonesia.
  • Mellysa Kowara Center for Public Health Innovation, Universitas Udayana
  • Ni Made Anggia Paramesthi Fajar Universitas Ngurah Rai, Denpasar, Bali
Keywords: kesehatan reproduksi, media sosial, perilaku seksual, remaja

Abstract

Kesehatan reproduksi dan seksualitas merupakan topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan di Indonesia, sehingga remaja mencari alternatif untuk mendapatkan informasi mengenai topik tersebut. Media sosial secara langsung ataupun tidak langsung menjadi media pembelajaran dan memberikan pengaruh bagi remaja, salah satunya tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan online survey cross-sectional terhadap 418 responden remaja berumur 20-24 tahun dari 9 kabupaten/kota di Bali dari Maret hingga April 2021. Meski remaja cukup aktif menggunakan media sosial, sebagian besar remaja (58.85%) jarang mengakses informasi kesehatan reproduksi melalui platform tersebut. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa penggunaan media sosial dalam perannya sebagai media pembelajaran kesehatan reproduksi tidak memberikan pengaruh preventif secara langung terhadap perilaku seksual pra-nikah remaja. Namun variabel lain seperti status bekerja, jenis kelamin, umur dan pengalaman berpacaran memiliki pengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja Bali usia 20-24 tahun.

 

 

Published
31-12-2021